Kembalinya Legenda: Zidane Resmi Ditunjuk
Pada Selasa pagi, Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis, menggantikan Didier Deschamps yang mengundurkan diri setelah Piala Dunia 2026. Kabar ini langsung menjadi headline utama media olahraga Prancis. L’Équipe bahkan hanya menuliskan “Il revient” – “Dia kembali” – sama persis dengan edisi tahun 2005 saat Zidane keluar dari masa pensiun sebagai pemain. Suasana di sekitar markas Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Paris pun semarak: jalan ditutup, penggemar berkumpul dengan bendera dan suar, sementara lebih dari seratus jurnalis dan kru TV memadati aula konferensi.
Penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih timnas Prancis sebenarnya sudah menjadi rahasia umum selama beberapa tahun. Setelah Deschamps mengumumkan akan mundur pada musim panas 2025, negosiasi dengan Zidane dimulai sejak Februari 2025. Presiden FFF, Philippe Diallo, mengungkapkan bahwa pembicaraan berjalan lancar karena Zidane memang sudah lama bercita-cita menangani Les Bleus.
Proses Panjang di Balik Penunjukan
Diallo memberikan penghormatan kepada masa bakti Deschamps selama 14 tahun sebelum menyambut Zidane. “Zinedine Zidane adalah salah satu legenda sepak bola Prancis, dan ia sudah lama menyatakan bahwa melatih timnas adalah mimpinya,” ujar Diallo. “Kami menginginkan seseorang dengan aura, kemampuan, dan tempat di hati para penggemar untuk mengelola salah satu tim nasional terbaik di dunia.”
Zidane sendiri mengaku telah menunggu momen ini selama hampir lima tahun. “Dalam empat hingga lima tahun terakhir, saya mendapat banyak tawaran dari klub, tapi semuanya saya tolak demi Prancis,” kata pelatih berusia 54 tahun itu. “Tim nasional adalah satu-satunya yang saya inginkan. Saya bersama tim Prancis sejak kecil, hingga ke tim senior. Saya agak emosional. Mungkin tidak terlihat, tapi saya sangat bersemangat.”
Pernyataan Zidane: Mimpi yang Terwujud
Zidane menyebut hari penunjukannya sebagai hari terbesar dalam karier kepelatihannya. “Ini kebahagiaan yang luar biasa. Saya siap menghadapi tantangan,” tegasnya. Lima tahun sejak meninggalkan Real Madrid telah ia gunakan untuk mempersiapkan diri menjadi pelatih timnas Prancis. “Saya menonton Prancis sebagai pendukung, tetapi juga sebagai calon manajer. Saya pikir tidak ada jebakan. Ini baru bagi saya, tapi saya tidak takut. Inilah yang saya inginkan.”
Dalam konferensi pers perdananya, Zidane belum membeberkan detail rencananya. Ia menghindari pertanyaan soal apakah Kylian Mbappé akan tetap menjadi kapten, dan memilih untuk bertemu langsung dengan para pemainnya terlebih dahulu. “Kami harus tetap membuat tim ini menang,” ujarnya, seraya memuji performa Prancis di Piala Dunia sebelumnya.
Ketika ditanya gaya bermain yang akan diterapkan, Zidane menjawab dengan diplomatis: “Saya dulu pemain nomor 10. Laurent (Blanc) adalah Laurent, Didier adalah Didier, dan Zizou adalah Zizou.” Jawaban ini mengindikasikan bahwa ia mungkin akan membawa perubahan arah, meski belum jelas seberapa drastis.
Target dan Tantangan ke Depan
Salah satu misi jangka panjang Zidane adalah bersaing dengan juara dunia saat ini yang telah mengalahkan Prancis di tiga semifinal turnamen beruntun. “Saya menghabiskan 25 tahun di Spanyol, Anda tahu artinya,” ucapnya, sambil menegaskan bahwa tantangan tidak hanya dari Spanyol. “Saya sangat mengenal sepak bola Spanyol, tapi mereka bukan satu-satunya lawan. Anda harus mengalahkan semua tim.”
Zidane juga menekankan pentingnya membangun tim yang kompetitif di setiap ajang. Dengan kontrak empat tahun yang akan berlaku mulai bulan depan, ia akan mengumumkan staf pelatihnya beberapa minggu sebelum pertandingan internasional pertama musim baru. “Kita akan bertemu lagi di bulan September untuk membahasnya. Kami akan memiliki tiga minggu bersama para pemain, itu bagus.”
Jadwal dan Debut Pertama
Pertandingan perdana Zidane sebagai pelatih timnas Prancis akan digelar di Turki pada 25 September 2026. Sedangkan laga kandang pertamanya (homecoming) akan melawan Italia, lebih dari 20 tahun setelah kepergian dramatisnya dari panggung internasional. Jika sambutan meriah saat ia keluar dari markas FFF menjadi pertanda, malam itu di Stade de France akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah stadion tersebut.
Kembalinya Zidane ke timnas Prancis bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan sebuah peristiwa yang dinanti-nantikan oleh seluruh pencinta sepak bola Prancis. Dengan pengalaman, kharisma, dan rekam jejak gemilangnya, banyak yang optimis Zidane mampu membawa Les Bleus meraih kejayaan baru.
