Rory McIlroy mengakhiri turnamen pertamanya di babak playoff FedExCup dengan hasil yang jauh dari harapan. Ia finis di peringkat ke-66 pada FedEx St. Jude Championship dengan total skor delapan over par. Usai turnamen, pegolf asal Irlandia Utara itu jujur mengaku sangat jauh dari performa terbaiknya.
McIlroy, yang sudah mengoleksi enam gelar major, sebenarnya sempat tampil impresif dengan mempertahankan gelar Masters awal musim ini. Namun sejak saat itu, jadwal bermainnya cenderung terbatas dan hasilnya kurang konsisten. Kini ia harus segera berbenah karena hanya tersisa dua turnamen untuk menyelamatkan musimnya di babak playoff PGA Tour.
Rory McIlroy Finis ke-66 di FedEx St. Jude Championship
McIlroy datang ke TPC Southwind dengan status unggulan ke-12 pada klasemen FedExCup. Ia diharapkan bisa langsung tampil kompetitif karena mengincar gelar juara musiman keempat yang akan memecahkan rekor. Namun kenyataannya, empat putaran yang ia mainkan sepanjang pekan berakhir jauh dari standar permainannya.
Ia mencatatkan skor 74, 70, 72, dan 72 di empat putaran, yang membuat total skornya menjadi delapan over par. Hasil tersebut menempatkannya di posisi ke-66, nyaris terpuruk di dasar klasemen turnamen. Ini jelas bukan modal yang ideal untuk melanjutkan perjuangan di dua turnamen playoff berikutnya.
Musim yang Sepi Setelah Mempertahankan Gelar Masters
Kemenangan di Masters menjadi puncak musim McIlroy sejauh ini, tetapi setelah itu segalanya berjalan berat. Dari tujuh turnamen yang ia ikuti pasca-Masters, hanya dua hasil top-10 yang berhasil ia raih. Keduanya adalah finis tied-7th di PGA Championship dan Scottish Open.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa konsistensi menjadi masalah terbesar bagi McIlroy di musim ini. Padahal, untuk bisa bersaing di babak playoff FedExCup, ia membutuhkan performa yang stabil di setiap pekan. Tanpa perbaikan yang signifikan, ambisinya meraih gelar musiman keempat bisa kembali gagal.
McIlroy Akui Semakin Tersesat dengan Ayunannya
Usai putaran final, McIlroy berbicara blak-blakan mengenai kondisinya. “Semakin lama pekan berjalan, saya semakin merasa tersesat dengan ayunan golf saya,” katanya. Ia juga mengaku datang ke turnamen ini tanpa persiapan yang memadai, dengan minim latihan dan reps di lapangan.
“Saya tidak datang ke sini dengan banyak reps latihan,” tambahnya. Ia sempat menemukan sedikit perbaikan di beberapa hole terakhir pada putaran final, tetapi secara keseluruhan ayunannya tidak sinkron. Hal ini membuatnya sulit bersaing melawan pegolf lain yang tampil lebih siap.
Pernyataan paling menohok datang saat ia menilai level permainannya saat ini. “Saya sangat jauh dari tempat yang saya butuhkan untuk merasa punya peluang,” ujarnya dengan jujur. Ia pun berharap permainannya bisa segera berbalik arah meski sadar bahwa perjalanan menuju performa terbaik masih panjang.
Tantangan Berikutnya: BMW Championship di Bellerive
Setelah FedEx St. Jude Championship, hanya 50 pegolf teratas di klasemen FedExCup yang berhak melanjutkan ke BMW Championship. Dari jumlah tersebut, 30 nama terbaik akan melaju ke Tour Championship sebagai penutup musim. McIlroy saat ini masih berada di zona aman, tetapi performanya wajib segera meningkat.
BMW Championship akan digelar di Bellerive Country Club mulai Kamis pekan depan, dan McIlroy berencana mempersiapkan diri sebaik mungkin di lapangan tersebut. “Saya harus bekerja keras, menundukkan kepala, dan berlatih antara sekarang dan Kamis depan untuk bisa bersaing,” ucapnya. Ia sadar waktu yang tersisa sangat singkat untuk memperbaiki semua kekurangan.
Menurut McIlroy, masalah terbesar bukan terletak pada lapangan, melainkan pada eksekusi pukulan yang sedang tidak beres. “Yang lebih penting adalah eksekusi apa yang saya lakukan sekarang, dan itu tidak ada pekan ini,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kunci kebangkitan ada pada detail kecil yang harus segera ia perbaiki sebelum bertanding lagi.
Hasil buruk di FedEx St. Jude Championship menjadi alarm peringatan dini bagi Rory McIlroy. Dengan dua turnamen tersisa di babak playoff FedExCup, ia tidak punya banyak waktu untuk menemukan kembali permainan terbaiknya. Tekanan untuk mengamankan gelar musiman keempat pun kini semakin besar.
Semua mata akan tertuju pada BMW Championship pekan depan di Bellerive Country Club. Akankah McIlroy mampu bangkit dari keterpurukan dan bersaing di papan atas? Jawabannya akan terungkap mulai Kamis, dengan siaran langsung di Sky Sports.
