Bruno Genesio menegaskan bahwa Igor Paxiao tidak akan dijual. Pelatih Marseille itu buka suara di tengah laporan yang menyebut Sunderland tengah berupaya memboyong penyerang asal Brasil tersebut ke Inggris. Pernyataan tegas ini disampaikan Genesio menjelang laga Ligue 1 melawan Monaco di Stade Louis-II.
Igor Paxiao sendiri bergabung dengan Marseille dari PSV pada tahun lalu dan langsung menjadi salah satu pemain kunci di lini serang. Penampilannya yang konsisten membuat namanya masuk dalam radar sejumlah klub Eropa, termasuk Sunderland yang dilaporkan serius mengejar tanda tangannya. Namun Marseille tampaknya tidak berniat melepas pemain andalannya tersebut dalam waktu dekat.
Genesio Tegas: Igor Paxiao Tidak Dijual
Menghadapi Monaco pada akhir pekan ini, Genesio dengan tegas membantah semua spekulasi mengenai masa depan Paxiao. Pelatih asal Prancis itu menegaskan bahwa pemain yang menjadi target utama Sunderland tersebut tetap dipertahankan. “Tidak, tidak, Igor tidak dijual,” ujarnya singkat kepada awak media.
Penegasan ini tentu menjadi kabar buruk bagi Sunderland yang dilaporkan terus berupaya merekrut Paxiao. Catatan produktivitas Paxiao pada musim lalu menjadi alasan utama mengapa ia begitu diminati. Ia menorehkan 18 kontribusi gol untuk Marseille, dengan rincian 12 gol dan enam assist.
Selain produktif mencetak gol, Paxiao juga menjadi salah satu pemain paling aktif dalam membongkar pertahanan lawan. Ia menempati peringkat kedua di skuat Marseille dalam jumlah percobaan dribel dengan 110 kali, dan 35 di antaranya berhasil. Catatan tersebut hanya kalah dari Mason Greenwood yang menjadi pemain paling sering melakukan dribel di tim.
Kendala Finansial yang Membuat Marseille Tak Bisa Melepas Paxiao
Keputusan mempertahankan Paxiao tidak lepas dari situasi keuangan yang sedang dialami Marseille. Direktur olahraga klub, Gregory Lorenzi, mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki ruang gerak untuk mendatangkan pengganti. Bahkan jika Marseille menjual pemain, mereka tetap tidak akan diizinkan mendaftarkan pemain baru.
Lorenzi menjelaskan bahwa secara praktis, Marseille harus melepas beberapa pemain terlebih dahulu sebelum dapat merekrut pemain anyar. Kondisi ini membuat opsi menjual Paxiao menjadi sangat rumit untuk dieksekusi. “Melepas Igor itu sulit karena kami mungkin tidak memiliki kemungkinan untuk menggantinya. Ini bukan persamaan yang sederhana untuk dipecahkan,” tutur Lorenzi.
Ia juga menegaskan bahwa semua pihak perlu memahami situasi yang sedang dihadapi klub saat ini. Meskipun kondisinya tidak mudah, Marseille tetap berkomitmen untuk berjuang mencari solusi terbaik. “Saya pikir kami harus bersikap jelas kepada semua orang. Situasinya tidak mudah, tetapi kami akan berjuang,” pungkasnya.
Dampak bagi Sunderland dan Marseille
Bagi Sunderland, sikap tegas Marseille menjadi pukulan telak dalam rencana mereka memperkuat lini serang musim ini. Klub asal Inggris tersebut disebut telah menjadikan Paxiao sebagai prioritas utama di bursa transfer. Namun dengan pernyataan Genesio dan Lorenzi, peluang Sunderland untuk mendapatkan pemain tersebut nyaris tertutup.
Di sisi lain, bertahannya Paxiao menjadi kabar baik bagi para pendukung Marseille yang masih bisa menyaksikan aksinya musim ini. Namun di balik itu, keputusan ini juga menyiratkan bahwa Marseille harus pandai mengelola skuat di tengah keterbatasan finansial. Mereka tidak bisa bergerak bebas di bursa transfer seperti klub-klub lain.
Untuk laga melawan Monaco, Paxiao dipastikan absen karena mengalami masalah pada pahanya. Kehilangan salah satu pemain kuncinya tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Genesio di laga tandang pertama musim ini. Meski demikian, pelatih asal Prancis itu tetap optimistis timnya mampu meraih hasil positif.
Marseille vs Monaco: Sama-Sama Mengincar Kemenangan Kedua
Marseille memulai kampanye Ligue 1 musim 2026-27 dengan sempurna setelah menghancurkan Strasbourg 4-0 pada pekan pertama. Kemenangan telak tersebut menjadi modal berharga jelang bertandang ke markas Monaco di Stade Louis-II. Adapun Monaco juga meraih kemenangan tipis 1-0 atas Le Havre pada laga pembuka mereka.
Kedua tim tentu mengincar kemenangan kedua untuk menjaga momentum positif di awal musim. Bagi Monaco, laga ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperpanjang tren bagus mereka di kandang sendiri. Sementara bagi Marseille, ini merupakan ujian sesungguhnya untuk membuktikan kualitas mereka di laga tandang.
Musim lalu, kedua tim juga bertemu dengan hasil yang cukup ketat. Amine Gouiri sempat mencetak gol saat Marseille menelan kekalahan 2-1 dari Monaco pada April lalu. Kini, baik Marseille maupun Monaco sama-sama datang dengan modal kemenangan di pekan pertama.
Dua Pemain Kunci yang Perlu Diamati
Lamine Camara menjadi salah satu pemain Monaco yang paling menonjol pada pekan pembuka Ligue 1. Ia mencatatkan sembilan percobaan tekel dan tujuh di antaranya berhasil, yang menjadikannya pemain dengan tekel terbanyak setelah laga pertama. Camara juga menjadi pemain yang paling sering memenangkan penguasaan bola di sepertiga tengah lapangan dengan total sembilan kali.
Penampilan impresif Camara membuat namanya dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa. Chelsea disebut-sebut sebagai salah satu peminat serius dan mempertimbangkannya sebagai pengganti Enzo Fernandez. Jika kabar tersebut benar, performa Camara di laga ini akan semakin menarik untuk disaksikan.
Di kubu Marseille, Amine Gouiri tampil sebagai bintang saat membungkam Strasbourg dengan dua golnya. Ia juga mencatatkan gol saat Marseille kalah 2-1 dari Monaco pada April lalu. Gouiri kini telah mengoleksi sembilan gol di kompetisi kasta tertinggi sepanjang 2026 dan berpeluang menembus dua digit untuk keempat kalinya dalam satu tahun kalender.
Menariknya, ini akan menjadi pertama kalinya Gouiri mencapai 10 gol dalam satu tahun kalender secara beruntun. Sebelumnya ia mencatatkan pencapaian tersebut pada 2021, 2023, dan 2025. Jika mampu tampil maksimal melawan Monaco, peluangnya untuk mengukir catatan baru tersebut tetap terbuka.
Prediksi Pertandingan: Monaco Diunggulkan di Stade Louis-II
Sejak kembali ke kasta tertinggi pada 2013-14, Monaco memiliki rekor yang sangat kuat saat menjamu Marseille di Stade Louis-II. Dari 13 laga kandang Ligue 1 melawan Marseille, Monaco memenangkan sembilan di antaranya. Hanya melawan Nantes mereka mencatat kemenangan kandang lebih banyak dalam periode yang sama.
Selain itu, Monaco berpeluang memenangkan dua laga pembuka musim untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir. Jumlah tersebut sama banyaknya dengan capaian mereka dalam 22 musim sebelumnya digabungkan. Sementara itu, Marseille berupaya memulai musim dengan dua kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2020-21.
Monaco juga telah memenangkan tiga laga kandang pembuka musim secara beruntun, setelah sebelumnya gagal menang dalam lima kesempatan dengan rincian empat imbang dan satu kalah. Di sisi lain, Marseille tampil kurang meyakinkan dalam laga tandang dengan menelan lima kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir. Namun Genesio punya catatan impresif dengan memenangkan enam laga tandang terakhirnya sebagai pelatih di kompetisi ini saat menangani Lille.
Berdasarkan perhitungan Opta, probabilitas kemenangan Monaco untuk laga ini adalah 40,1 persen. Sementara itu, peluang hasil imbang tercatat sebesar 25,1 persen dan peluang
