Kiper Chelsea, Robert Sanchez, percaya bahwa timnya bisa melakukan hal-hal besar di musim 2026-27 bersama manajer anyar, Xabi Alonso. Ia justru menilai absennya Chelsea dari kompetisi Eropa musim ini sebagai sebuah keuntungan, bukan kekurangan. Pernyataan ini disampaikan Sanchez di tengah pramusim yang tengah dijalani The Blues menatap Premier League.
Chelsea melewati musim 2025-26 yang penuh gejolak. Enzo Maresca hengkang pada Januari, lalu penggantinya, Liam Rosenior, dipecat setelah baru bertahan sekitar tiga bulan. Di bawah pelatih interim Calum McFarlane, Chelsea finis di peringkat ke-10 Premier League dan gagal merebut tiket Eropa setelah kalah di laga pamungkas melawan Sunderland.
Musim Lalu: Perebutan Kursi Pelatih yang Berakhir Pahit
Perjalanan Chelsea pada musim 2025-26 benar-benar jauh dari kata mulus. Pergantian pelatih terjadi dua kali di tengah musim, yakni ketika Maresca pergi pada Januari dan Rosenior dipecat setelah periode kepemimpinan yang singkat. Alhasil, McFarlane yang awalnya hanya menjadi pelatih interim harus memegang kendali tim hingga akhir musim.
Hasilnya, Chelsea hanya mampu bertahan di peringkat ke-10 klasemen akhir Premier League. Kekalahan pada hari terakhir musim melawan Sunderland memastikan mereka gagal merebut tempat di kompetisi Eropa. Ini jelas menjadi hasil yang mengecewakan bagi klub sebesar Chelsea yang terbiasa bersaing di papan atas.
Tanpa Kompetisi Eropa, Chelsea Bisa Fokus Penuh ke Liga
Bagi Sanchez, ketidakhadiran Chelsea di Eropa justru menjadi berkah tersembunyi. “Saya pikir tahun ini adalah hal yang positif. Ini bisa menjadi hal yang baik bahwa kami tidak memiliki turnamen Eropa, karena kami bisa fokus pada liga,” ujar kiper asal Spanyol itu. Ia meyakini jadwal yang lebih longgar akan memberi keuntungan besar bagi tim sepanjang musim berjalan.
“Ini bagus bagi kami sebagai tim dan skuad karena kami mendapat waktu itu, satu pertandingan dalam sepekan, dan saya punya firasat kami bisa melakukan hal-hal besar tahun ini,” kata Sanchez. Dengan ritme satu laga per pekan, para pemain memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih, memulihkan kebugaran, dan menyerap instruksi pelatih. Menurutnya, ini adalah modal penting yang tidak dimiliki banyak tim lain musim ini.
Xabi Alonso Perlahan Bangun Identitas Baru Chelsea
Sanchez mengakui bahwa skuad Chelsea masih berproses memahami filosofi Alonso. “Kami punya manajer baru, dan kami masih mencoba memahami rencana permainannya, apa yang dia inginkan dari kami,” jelasnya. Menurut Sanchez, hal terpenting dalam pramusim adalah semua pemain mendapatkan menit bermain dan memberikan upaya terbaik, dan hal itu sudah ditunjukkan rekan-rekannya.
“Dia tidak terburu-buru. Dia memeriksa setiap pertandingan, setiap area yang kami kerjakan, dan kami perlahan mengintegrasikan hal-hal baru,” ungkap Sanchez. “Hari demi hari, kami belajar lebih banyak, dan semoga kami semakin baik dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.” Pendekatan yang sabar dan terukur ini diyakini Sanchez akan membuat fondasi permainan Chelsea menjadi lebih solid ke depannya.
Sanchez: Kepercayaan Penuh dan Ketenangan ala Alonso
Kepercayaan diri Sanchez juga ikut terdongkrak di bawah Alonso. “Saya merasa luar biasa. Xabi memberi saya kepercayaan penuh di dunia,” kata Sanchez. Ia merasa Alonso memahami kekuatan setiap pemain, termasuk keunggulan dirinya sebagai penjaga gawang, sehingga memberinya ruang untuk tampil maksimal musim ini.
Selain itu, Alonso dinilai berhasil membawa sikap dan ketenangan baru ke dalam skuad. “Dia orang yang sangat tenang. Dia membawa itu sebagai pemain karena dulu dia pernah bermain. Saya suka ide sepak bolanya,” tambah Sanchez. Ia pun enggan bicara terlalu banyak, tetapi mengaku menyukai apa yang Alonso berikan kepada klub dan staf. “Semua yang datang juga brilian. Saya punya firasat yang bagus,” pungkasnya.
Pramusim Campuran Jelang Duel Kontra Fulham
Chelsea akan memulai perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Fulham pada 24 Agustus. Pramusim yang dijalani The Blues sejauh ini memberikan hasil beragam, yakni kekalahan dari Tottenham dan Juventus, tetapi kemenangan telak atas AC Milan pada Sabtu lalu. Beberapa pemain Chelsea juga masih menunggu bergabung setelah memperkuat negaranya di Piala Dunia.
Kendati demikian, Sanchez menegaskan bahwa pengaruh Alonso mulai terasa di skuad. Kombinasi waktu persiapan yang lebih panjang, pemahaman terhadap taktik pelatih, dan kepercayaan diri para pemain menjadi modal berharga. Kini tinggal bagaimana Chelsea membuktikan optimisme itu di lapangan, mulai dari laga melawan Fulham.
Musim 2026-27 jelas menjadi babak baru bagi Chelsea di bawah arahan Xabi Alonso. Sanchez menilai absennya Chelsea dari Eropa memberi ruang untuk fokus membangun tim dan bersaing di liga. Optimisme pun mulai tumbuh di internal skuad The Blues.
Apakah keyakinan Sanchez akan terjawab di lapangan? Jawabannya baru akan terlihat seiring berjalannya musim, dimulai dari duel kontra Fulham pada 24 Agustus nanti. Satu hal yang pasti, Chelsea memasuki musim ini dengan semangat dan harapan yang segar.
