Penyerang muda Columbus Crew, Chase Adams, mengaku masih merasakan sensasi luar biasa setelah mencetak gol pertamanya untuk klub. Gol pertama Chase Adams itu ia gambarkan sebagai momen yang “surreal” atau terasa seperti mimpi menjadi kenyataan. Namun di balik kebahagiaan tersebut, pemain berusia 18 tahun ini menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap hasil akhir tim.
Adams mencetak gol tersebut kala Columbus Crew menelan kekalahan 3-1 dari Charlotte FC pada laga MLS terakhir mereka. Berkat gol itu, ia resmi mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Columbus Crew dengan usia 18 tahun dan 120 hari. Capaian ini sekaligus menjadi pembuktian atas kepercayaan yang diberikan klub kepadanya sejak ia memutuskan pindah dan berkembang bersama Columbus. Meski baru berusia belasan tahun, Adams menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Amerika Serikat.
Gol Pertama Chase Adams: Momen yang Tak Akan Terlupakan
Bagi Adams, gol ini menjadi puncak dari kerja keras dan perjalanan panjangnya sejak bergabung dengan Columbus. “Ini surreal. Inilah yang saya perjuangkan sejak datang ke Columbus,” ungkap Adams dalam pernyataannya. Ia juga bersyukur karena klub memberinya kepercayaan untuk pindah, tumbuh sebagai pemain sekaligus pribadi, dan langsung dipercaya tampil sejak menit pertama.
“Tentu saja, saya bukan orang sini. Bisa dipercaya klub untuk pindah ke sini, berkembang sebagai pemain dan pribadi bersama mereka, lalu bisa menjadi starter, adalah momen yang tidak akan saya lupakan seumur hidup,” lanjut Adams. Ia bahkan menyebut bahwa mencetak gol di laga tersebut membuat pengalamannya semakin sulit ditandingi. Meski demikian, Adams dengan tegas menekankan bahwa rekor pribadi bukanlah hal utama yang ia kejar.
“Yang jelas, tujuan utama kami semua adalah hasil, sebelum rekor apa pun. Jadi, itulah yang lebih saya fokuskan,” tegasnya. Sikap rendah hati ini menunjukkan kedewasaan yang jarang dimiliki pemain seusianya. Ia lebih memilih menilai kebahagiaan dari kontribusinya kepada tim, bukan sekadar pencapaian individu.
Kekalahan dari Charlotte dan Tren Kurang Konsisten Columbus
Columbus Crew memang sedang menghadapi situasi yang kurang ideal di ajang MLS. Dari empat pertandingan terakhir, The Crew hanya mampu mengoleksi satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Raihan itu membuat mereka tercecer di peringkat ke-11 klasemen Wilayah Timur.
Meski begitu, Columbus masih punya alasan untuk percaya diri setelah berhasil melaju hingga perempat final Leagues Cup. Namun performa di kompetisi domestik tetap menjadi sorotan karena posisi mereka belum aman. Kekalahan dari Charlotte pada laga terakhir tentu menjadi pukulan tersendiri, apalagi gol Adams sempat memberikan secercah harapan bagi tim.
Target Adams: Bantu Tim Kembali ke Jalur Kemenangan
Laga selanjutnya akan membawa Columbus menjamu CF Montreal di ScottsMiracle-Gro Field, Rabu mendatang. Adams pun menyatakan keinginannya untuk berkontribusi lebih banyak demi membawa timnya kembali ke jalur kemenangan. Ia sadar bahwa gol dan rekor pribadi tidak akan berarti banyak jika tim terus menuai hasil negatif.
Montreal sendiri bukanlah lawan yang mudah meski posisi mereka berada di bawah Columbus. CF Montreal saat ini menghuni peringkat ke-14 Wilayah Timur, terpaut tiga poin di belakang Columbus menjelang duel ini. Pada pekan lalu, mereka ditahan imbang 1-1 oleh D.C. United meski sempat unggul lebih dulu melalui penalti Prince Owusu.
Pemain Kunci: Chase Adams dan Prince Owusu
Chase Adams (Columbus Crew)
Adams layak menjadi sorotan utama di kubu tuan rumah. Pada laga kontra Charlotte, ia mencatatkan tembakan terbanyak di antara rekan setimnya dengan empat percobaan, plus delapan sentuhan di kotak penalti lawan yang menjadi catatan terbanyak kedua. Ia juga memenangkan seluruh duel yang dijalaninya dengan catatan sempurna 2 dari 2.
Selain itu, Adams tercatat sebagai pemain termuda ketiga dalam sejarah Columbus Crew yang dipercaya menjadi starter di pertandingan reguler. Ia hanya kalah dari Danny Szetela yang melakukannya di usia 17 tahun 117 hari dan Taha Habroune yang memulainya di usia 18 tahun 68 hari. Dengan performa impresif seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan semakin sering menghiasi lini depan Columbus.
Prince Owusu (CF Montreal)
Di kubu lawan, Montreal memiliki Prince Owusu yang sedang dalam performa terbaiknya. Pemain berusia 29 tahun itu baru saja mencetak gol ke-11 di MLS musim ini dan menjadi pemain Montreal dengan kontribusi gol serta assist terbanyak, yakni enam assist. Saat melawan D.C. United, Owusu tampil gemilang dengan menciptakan lima peluang, enam tembakan, dan 14 sentuhan di kotak penalti lawan, semuanya menjadi catatan tertinggi dalam pertandingan tersebut.
Rekor Pertemuan dan Prediksi Pertandingan
Secara historis, Columbus memiliki catatan yang sangat baik saat berhadapan dengan Montreal. The Crew tidak pernah kalah dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Montreal, dengan perincian empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Kekalahan terakhir Columbus dari Montreal terjadi pada Agustus 2022, sementara duel terakhir mereka pada Mei 2025 berakhir dengan skor 1-1 di Saputo Stadium.
Dari sisi catatan kandang dan tandang, Columbus juga lebih diunggulkan. Meski berada di peringkat ke-11 Wilayah Timur, Columbus memiliki rekor kandang terbaik ketujuh di konferensi dengan 14 poin dari sembilan laga. Sebaliknya, Montreal justru memiliki rekor tandang terburuk di Wilayah Timur setelah hanya mengumpulkan empat poin dari sembilan laga tandang dan kebobolan 25 gol.
Jika melihat tren enam laga terakhir di MLS, Columbus mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Montreal hanya mampu meraih empat hasil imbang dan dua kekalahan dalam periode yang sama. Adapun probabilitas kemenangan dari Opta memihak Columbus dengan rincian sebagai berikut:
- Columbus Crew: 57,7%
- Imbang: 21,5%
- CF Montreal: 20,8%
Gol pertama Chase Adams menjadi bukti nyata bahwa Columbus Crew memiliki talenta muda yang layak diperhitungkan. Namun Adams sendiri lebih memilih memandang ke depan dan fokus membantu tim keluar dari tren negatif. Laga melawan Montreal akan menjadi ujian apakah ia mampu kembali tampil menonjol sekaligus membawa The Crew meraih tiga poin penuh.
Kepercayaan yang terus diberikan klub tampaknya akan semakin mempercepat perkembangan karier Adams. Jika ia mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin namanya akan semakin diperhitungkan di MLS. Yang jelas, perjalanan besarnya baru saja dimulai, dan ia tidak ingin berhenti pada satu gol semata.
