Reggie Cannon Lega Akhirnya Cetak Gol Pertama di MLS

Reggie Cannon akhirnya bisa bernapas lega. Bek Colorado Rapids itu memecah kebuntuan dengan mencetak gol pertamanya di MLS musim ini, tepat saat timnya menekuk Sporting Kansas City dengan skor 2-0 akhir pekan lalu. Gol tersebut menjadi pembuka kemenangan yang sangat berarti bagi timnya.

Momen ini datang di saat yang krusial. Sebelum gol Cannon tercipta, Colorado sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan pada 70 menit pertama pertandingan. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang ketiga dalam empat laga terakhir Rapids sejak jeda Piala Dunia, dengan satu kekalahan.

Gol Perdana yang Melegakan

Bagi Cannon, gol ke gawang Sporting Kansas City terasa sangat spesial. Pasalnya, itu merupakan gol keempat dalam karier MLS-nya, tetapi yang pertama sejak musim 2024. Artinya, pemain berusia 28 tahun itu sudah cukup lama menantikan momen tersebut.

Menariknya, Cannon berstatus sebagai bek. Meski demikian, ia tidak ingin berhenti di satu gol saja. Ia justru bertekad untuk terus menambah pundi-pundi golnya musim ini demi membantu tim meraih hasil terbaik.

Pengakuan Reggie Cannon: Stres Hilang dan Target Set Piece

“Ini perasaan yang sangat menyenangkan,” ujar Cannon. “Secara pribadi, ini melepaskan stres yang selama ini saya rasakan. Rasanya benar-benar enak. Tapi pada akhirnya, yang terpenting adalah membantu tim di momen ketika segala sesuatunya belum berjalan mulus di depan gawang, terutama pada 70 menit pertama. Itu membuat saya merasa sangat senang.”

Cannon juga memuji performa kolektif timnya di lini belakang. “Secara keseluruhan, performa kami sangat bagus dalam bertahan. Kami sudah mencatat clean sheet beruntun dan saya rasa semua orang tampil di level tertinggi.”

“Tapi tentu saja, sisi ofensif adalah sesuatu yang selalu ingin ditambahkan oleh setiap bek dalam permainan mereka. Mencetak gol dari situasi bola mati adalah keberuntungan bagi saya. Saya sangat bahagia,” tambahnya.

Catatan positif itu juga dikonfirmasi melalui akun resmi klub di media sosial. Colorado Rapids mengunggah fakta bahwa mereka kini mengantongi tiga kemenangan beruntun di kandang dan tiga clean sheet beruntun. Capaian tersebut tentu menjadi modal berharga menjelang laga melawan LAFC.

Ujian Berat Menanti Rapids

Setelah menjalani laju positif, Colorado Rapids kini menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Mereka dijadwalkan bersua Los Angeles FC, tim yang saat ini menempati posisi ketiga klasemen Wilayah Barat dengan keunggulan sembilan poin atas Rapids. Laga ini akan menguji sejauh mana konsistensi yang sudah dibangun Rapids dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, LAFC datang dengan modal yang kurang ideal. Mereka baru saja tumbang 0-1 dari San Diego FC yang bermain dengan 10 orang, setelah kebobolan penalti di menit akhir. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri rentetan lima laga tanpa kekalahan LAFC di kompetisi ini.

Dua Pemain yang Wajib Disorot

Rafael Navarro – Mesin Gol Colorado

Rafael Navarro mencetak gol kesepuluhnya musim ini saat Colorado mengalahkan Sporting Kansas City. Ini menjadi musim ketiga beruntun ia menembus dua digit gol. Dengan torehan tersebut, ia menjadi salah satu penyerang paling konsisten di skuad Rapids saat ini.

Berdasarkan catatan klub, Navarro menjadi pemain kedua dalam sejarah Colorado yang mampu mencetak minimal 10 gol dalam tiga musim berbeda. Ia menyamai pencapaian Conor Casey yang melakukannya tiga tahun beruntun pada 2007 hingga 2009.

Son Heung-min – Ancaman dari Lini Tengah LAFC

Di kubu LAFC, Son Heung-min menjadi pemain yang paling patut diwaspadai. Pada laga terakhirnya, ia melepas empat tembakan dan menciptakan empat peluang bagi rekan setimnya. Catatan itu menegaskan peran pentingnya sebagai motor serangan LAFC.

Sejak debutnya di MLS pada Agustus lalu, Son telah terlibat langsung dalam 165 percobaan tembakan. Angka itu menempatkannya di posisi ketiga terbanyak di liga pada periode tersebut, hanya di belakang Lionel Messi (244) dan Evander (180). Keberadaannya jelas akan menjadi ancaman serius bagi lini belakang Colorado.

Prediksi dan Data Pertandingan

Dua pertemuan terakhir antara Colorado dan LAFC berakhir imbang, termasuk laga tanpa gol di Los Angeles pada 22 April. Fakta menariknya, dari 16 pertemuan pertama kedua tim, hanya satu yang berakhir imbang sebelum dua laga terakhir ini. Pola ini menunjukkan bahwa duel keduanya belakangan ini cenderung berjalan ketat dan sulit diprediksi.

Colorado sendiri baru mencatatkan kemenangan beruntun dengan clean sheet di laga reguler untuk pertama kalinya sejak Mei 2025. Terakhir kali mereka menang tiga kali beruntun terjadi pada periode Juli-September 2025, sementara tiga clean sheet beruntun terakhir mereka tercatat pada Mei-Juni 2010. Catatan ini menegaskan bahwa tren positif yang sedang berjalan bukanlah hal yang biasa bagi Rapids.

Di sisi lain, LAFC hanya memenangkan satu dari lima laga terakhirnya di semua kompetisi, dengan tiga imbang dan satu kekalahan. Menariknya, mereka selalu gagal mencetak lebih dari satu gol di laga-laga tersebut, tetapi juga tidak pernah kebobolan lebih dari sekali. Dua dari tiga laga imbang itu bahkan berujung kemenangan lewat adu penalti di Leagues Cup.

Berdasarkan hitungan probabilitas Opta, LAFC lebih diunggulkan dengan peluang menang 49,4 persen. Sementara peluang Colorado Rapids untuk menang hanya 26,8 persen, dan peluang imbang tercatat 23,8 persen. Dengan kata lain, prediksi pertandingan ini mengarah pada kemenangan LAFC, meskipun tuan rumah dipastikan akan memberi perlawanan sengit.

Laga ini akan menjadi ujian nyata bagi konsistensi Colorado Rapids. Di satu sisi, tim tuan rumah sedang dalam kepercayaan diri tinggi dengan pertahanan yang solid. Di sisi lain, LAFC memiliki kualitas individu yang bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Satu hal yang pasti: Cannon dan rekan-rekannya akan tampil habis-habisan untuk mempertahankan tren positif mereka.