Leeds United mengawali musim Premier League dengan kemenangan dramatis. Bertandang ke City Ground, markas Nottingham Forest, Leeds menang 1-0 pada Sabtu lalu. Gol kemenangan dicetak Anton Stach pada menit ke-88 lewat tendangan bebas yang gagal ditahan sempurna oleh Matz Sels.
Hasil positif ini tidak lantas membuat Daniel Farke berpuas diri. Pelatih asal Jerman itu justru mengingatkan bahwa perjalanan Leeds United masih panjang. Ia menegaskan target utama timnya musim ini adalah mengumpulkan 40 poin demi bertahan di Premier League.
Gol Penentu Stach Bawa Leeds United Menang
Pertandingan berlangsung ketat, dan kedua tim sama-sama menciptakan peluang. Leeds bahkan dianggap beruntung karena tidak kebobolan sebelum jeda maupun setelah turun minum. Baru pada menit-menit akhir, Stach muncul sebagai pahlawan dengan eksekusi free kick yang menembus sela-sela lengan kiper Forest, Matz Sels.
Kemenangan ini melanjutkan kebiasaan Leeds United memenangi laga pembuka Premier League. Tiga musim beruntun mereka melakukannya, menyamai rekor terpanjang klub di kasta tertinggi yang terakhir terjadi pada 2000-01 hingga 2002-03.
Farke: Jalan Masih Panjang
Farke menolak larut dalam euforia meski timnya meraih hasil sempurna. “Jalan kami masih panjang,” ujarnya kepada Sky Sports. “Kami harus mengumpulkan 40 poin, kami tidak naif.”
Ia juga mengingatkan bahwa Leeds United jarang mampu tampil stabil dua musim beruntun di level tertinggi. “Terakhir kali klub ini mampu menjalani dua musim solid di level ini, mungkin kalian hanya bisa menemukannya dalam foto hitam-putih,” katanya. Meski begitu, Farke mengaku bahagia dengan hasil yang diraih timnya.
Apalagi, kemenangan ini didapat di kandang lawan yang sulit dengan catatan clean sheet. Farke menilai laga berjalan dalam beberapa periode berbeda, dan kedua tim sempat saling menekan. “Kami menang karena pertahanan yang solid. Hasil ini bisa saja berakhir berbeda, tapi saya senang kami bisa mengonversi performa pramusim ke musim ini,” jelasnya.
Tren Positif Leeds United yang Menjanjikan
Kemenangan atas Forest memperpanjang tren positif Leeds United di Premier League. Tim asuhan Farke kini memenangi lima dari delapan laga terakhir, dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Sejak awal April, hanya Arsenal (18 poin) yang mengoleksi poin lebih banyak dari Leeds (17 poin) di kasta tertinggi.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa Leeds United mulai menemukan konsistensi, meski Farke enggan berandai-andai. Ia lebih memilih fokus pada proses dan menyebut hasil imbang atau kekalahan bisa datang kapan saja. “Ini masih jalan panjang, kami tidak boleh jemawa,” tegasnya.
Stach, Spesialis Gol dari Luar Kotak
Farke melontarkan pujian khusus untuk Stach setelah pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa timnya memang menginginkan pemain dengan kemampuan umpan matang untuk situasi bola mati. “Anton mungkin tidak secantik Juninho, tetapi dia sangat efektif,” kata Farke.
Statistik Stach memang berbicara banyak. Sejak awal musim lalu, belum ada pemain Premier League yang mampu menyaingi jumlah golnya dari luar kotak penalti. Berikut rincian catatan impresif Stach:
- Mencetak lima gol dari luar kotak penalti sejak musim lalu, terbanyak di Premier League.
- Mengoleksi empat gol dari tendangan bebas langsung, juga yang terbanyak dalam periode yang sama.
- Menjadi pencetak gol kemenangan Leeds United pada laga pembuka musim ini.
Gol-gol dari situasi bola mati seperti ini menjadi senjata berharga bagi Leeds United. Farke menegaskan bahwa set piece selalu penting, bukan hanya di era sepak bola modern. Menurutnya, kualitas eksekusi tetap menjadi faktor penentu.
Nottingham Forest dan Debut Pahit Glasner
Di kubu lawan, kekalahan ini menjadi awal yang kurang ideal bagi Oliver Glasner. Pelatih anyar Forest tersebut memulai masa kerjanya dengan hasil minor. Catatan Forest di laga pembuka musim memang buruk: mereka kalah dalam enam dari delapan kampanye terakhir.
Performa Forest di kandang sendiri juga mengkhawatirkan. Dari dua belas laga kandang terakhir di liga, mereka hanya meraih satu kemenangan, dengan tujuh hasil imbang dan empat kekalahan. Tren ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Glasner untuk segera dibenahi.
Meski kecewa, Glasner memilih melihat sisi positif dari laga ini. “Semua orang memberikan yang terbaik,” katanya kepada Sky Sports. “Kami sedang belajar dari kekalahan ini, kami berada di awal perjalanan dan tidak menundukkan kepala.”
“Memang kami kalah, tetapi saya melihat banyak hal yang menggembirakan hari ini,” tambahnya. “Ini jalan yang kami pilih, dan ini cara kami melanjutkannya.” Ia pun menegaskan bahwa timnya akan terus bekerja keras setelah hasil minor ini.
Kemenangan dramatis di laga pembuka jelas menjadi modal berharga bagi Leeds United. Namun, sikap realistis Farke menunjukkan bahwa timnya tidak akan mudah terbuai oleh hasil manis. Target 40 poin dan stabilitas jangka panjang tetap menjadi prioritas utama, bukan sekadar euforia sesaat.
Di sisi lain, Nottingham Forest harus segera berbenah di bawah kepemimpinan Glasner. Rekor buruk di laga pembuka dan kandang menjadi tantangan yang menanti. Musim masih panjang, dan kedua tim punya banyak waktu untuk membuktikan kualitasnya masing-masing.
