Debut Jaissle Newcastle Ternoda Penalti Kontroversial

Debut Jaissle Newcastle di Premier League berakhir dengan kekecewaan setelah penalti kontroversial di masa injury time memaksa The Magpies bermain imbang melawan Liverpool. Pelatih asal Jerman itu menilai keputusan wasit yang menghadiahkan penalti kepada Liverpool sangat “lunak” alias soft. Padahal, Newcastle hanya berjarak beberapa detik dari kemenangan perdana yang impresif di hadapan pendukung sendiri.

Laga ini menjadi ujian pertama Jaissle sejak resmi menggantikan Eddie Howe kurang dari sebulan yang lalu. Newcastle tampil berani dan dua kali memimpin melalui gol Anthony Elanga serta Joe Willock, dengan gol balasan Cody Gakpo di antara keduanya. Namun, insiden kontak antara Lewis Hall dan lutut Victor Munoz di kotak penalti pada masa injury time mengubah segalanya.

(FILES) Ahli’s German coach Matthias Jaissle reacts during the Saudi Pro League football match between Al-Nassr and Al-Ahli at the Al-Awwal Park Stadium in Riyadh on April 29, 2026. Newcastle have appointed Matthias Jaissle as their new head coach following Eddie Howe’s departure, the English Premier League club announced on August 5, 2026. (Photo by Fayez Nureldine / AFP)

Jalannya Laga: Drama Penalti di Menit ke-99

Newcastle sebenarnya tampil meyakinkan dan sempat unggul lebih dulu lewat Anthony Elanga. Joe Willock kemudian memperbesar harapan tuan rumah, meski Cody Gakpo sempat menyamakan kedudukan untuk Liverpool di tengah pertandingan. Kombinasi gol tersebut membuat Newcastle nyaris mengunci tiga poin penuh pada laga debut pelatih anyarnya itu.

Namun, pada menit ke-99, wasit menunjuk titik putih setelah Lewis Hall dianggap melakukan kontak dengan lutut Victor Munoz di area terlarang. Dominik Szoboszlai yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan memaksa skor menjadi imbang. Hasil ini tentu terasa pahit bagi Newcastle yang sudah bersusah payah menjaga keunggulan sepanjang laga.

Jaissle pun meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. “Jika itu diberikan, itu benar-benar penalti yang sangat lunak, dan kemudian Anda harus memberikan banyak penalti sepanjang pertandingan dan sepanjang musim,” ujarnya kepada BBC Match of the Day. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan penggemar dari keputusan semacam itu.

Catatan Buruk Newcastle: 29 Poin Hilang dari Posisi Unggul

Hasil ini memperpanjang tren negatif Newcastle yang kerap kehilangan poin dari posisi menang. Sejak awal musim lalu, The Magpies telah kehilangan 29 poin dari situasi unggul di Premier League. Hanya Wolfsburg dengan 33 poin yang mencatat angka lebih buruk di antara lima liga top Eropa.

Selain itu, laga ini juga menjadi pertemuan keempat beruntun antara Newcastle dan Liverpool di St James’ Park yang menghadirkan gol penentu hasil pada menit ke-90 atau sesudahnya. Liverpool sebelumnya mencetak gol kemenangan telat di Tyneside pada Agustus 2023 dan Agustus 2025. Sementara itu, Newcastle sempat mencetak gol penyeimbang dramatis pada Desember 2024.

Debut Jaissle Newcastle: Kecewa tapi Bangga pada Pemain

Meski kecewa dengan hasil akhir, Jaissle tetap melihat sisi positif dari penampilan anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa para pemain telah melakukan pekerjaan luar biasa selama lebih dari 90 menit. “Pada akhirnya, saya sedikit kecewa. Kami sangat dekat untuk meraih tiga poin. Tapi ada juga titik terang, karena para pemain melakukan pekerjaan luar biasa,” katanya.

Mantan pelatih Al-Ahli itu juga menyoroti kekompakan tim yang ditunjukkan di lapangan. Menurutnya, skuad muda Newcastle benar-benar memberikan segalanya dan meninggalkan hati mereka di lapangan. “Saya bangga, kami bangga melihat kesatuan di lapangan. Ini sesuatu yang bisa kami bangun ke depannya,” tambahnya.

Filosofi Permainan dan Atmosfer St James’ Park

Jaissle menegaskan bahwa timnya mencoba menerapkan gaya bermain yang intens, menekan ke depan, dan vertikal sesuai filosofinya. Ia mengaku senang karena setelah waktu latihan yang singkat, para pemain sudah menunjukkan banyak hal yang diinginkannya. “Kami punya gambaran jelas tentang cara kami ingin bermain, dan hari ini kami melihat cukup banyak dari itu,” ucapnya.

Soal atmosfer St James’ Park, pelatih asal Jerman itu tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku langsung merinding begitu merasakan dukungan dari tribun penonton. “Anda mendapat energi dari tribun dan Anda hanya ingin menyalurkannya di lapangan. Ini akan menjadi sesuatu yang spesial,” katanya.

Laga Berikutnya: Ujian Kedua dan Lawatan ke Tottenham

Jaissle tidak punya banyak waktu untuk merenungkan hasil ini karena jadwal padat sudah menanti. Laga kompetitif keduanya sebagai pelatih Newcastle adalah menghadapi West Brom di putaran kedua EFL Cup pada Rabu mendatang. Setelah itu, The Magpies akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur pada akhir pekan.

Dengan tantangan yang terus berdatangan, Jaissle memilih untuk tetap realistis. Ia menilai musim ini akan menarik dengan berbagai tantangan besar, tetapi yakin timnya bisa berkembang. “Kami realistis, tapi kami akan sampai di sana,” pungkasnya.

Debut Jaissle Newcastle mungkin tidak berakhir dengan kemenangan, tetapi tanda-tanda positif sudah terlihat dari cara timnya bermain. Masalah konsentrasi di menit akhir tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan. Jika perbaikan itu datang, bukan tidak mungkin Newcastle menjadi kejutan musim ini.