Allegri: Hojlund Mirip Kane, tapi Masih Kurang Tajam

Massimiliano Allegri meyakini Rasmus Hojlund memiliki karakter permainan yang sangat dekat dengan Harry Kane. Pelatih Napoli itu pun mengakui bahwa penyerang andalannya masih punya banyak ruang untuk berkembang di musim ini. Pernyataan ini tentu menarik perhatian, mengingat Kane disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Ballon d’Or musim ini.

Komentar Allegri ini muncul di tengah persiapan Napoli menghadapi musim baru. Hojlund sendiri baru dikontrak permanen oleh klub asal Kota Naples tersebut pada bursa transfer musim panas ini, dengan nilai yang dilaporkan mencapai €44 juta atau sekitar £38 juta. Sebelumnya, pemain berusia 23 tahun itu menjalani masa pinjaman yang positif bersama Partenopei, sehingga manajemen klub memutuskan untuk mempermanenkan jasanya.

Allegri: Karakter Hojlund Sangat Dekat dengan Kane

Dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia, Allegri menegaskan bahwa Hojlund memiliki kemiripan karakteristik dengan Kane. “Hojlund punya ruang untuk berkembang yang signifikan, itu jelas,” ujar Allegri. “Secara karakteristik, saya melihat dia sangat dekat dengan Harry Kane. Mereka berdua adalah pemain kuat yang bisa melepaskan diri dari penjagaan, punya fisik yang mumpuni, dan tahu cara beradu bahu dengan bek lawan.”

Allegri kemudian menambahkan bahwa Hojlund masih perlu bekerja keras untuk meningkatkan penyelesaian akhirnya. “Saya pikir Hojlund masih punya ruang besar untuk berkembang, dan dia harus benar-benar menginginkannya, terutama di fase penyelesaian akhir yang membuat perbedaan,” sambungnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa tingginya ekspektasi Allegri terhadap penyerang mudanya.

Perjalanan Hojlund ke Napoli: Dari Pinjaman ke Kontrak Permanen

Hojlund pertama kali bergabung dengan Napoli melalui skema pinjaman dan langsung memberikan dampak positif. Pada musim 2025-26, penyerang asal Denmark itu tampil dalam 44 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 16 gol dan enam assist. Berkat performa tersebut, Napoli memutuskan untuk tidak melepasnya dan segera mengamankan servisnya dengan kontrak permanen.

Kontribusi Hojlund turut mengantarkan Napoli finis di posisi kedua klasemen Serie A, sekaligus meraih trofi Supercoppa Italiana. Hasil ini membuat pihak klub tidak ragu menebus sang pemain dengan nilai transfer sekitar €44 juta. Keputusan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen menaruh kepercayaan besar kepada pemain berusia 23 tahun tersebut.

Catatan Statistik Hojlund Musim Lalu

  • 16 gol dan 6 assist dalam 44 penampilan di semua kompetisi.
  • Membantu Napoli finis sebagai runner-up Serie A.
  • Ikut mengantarkan Napoli meraih trofi Supercoppa Italiana.

Laga Pembuka yang Berat: Tanpa Satu Tembakan pun ke Gawang

Meski punya modal statistik yang apik, Hojlund justru tampil kurang meyakinkan pada laga pembuka Serie A musim ini. Saat Napoli mengalahkan Genoa dengan skor 2-0 pada akhir pekan lalu, Hojlund gagal mencatatkan satu pun tembakan ke arah gawang. Ia baru ditarik keluar pada menit ke-78 setelah kesulitan menembus pertahanan lawan.

Namun, bukan berarti penampilannya sepenuhnya buruk. Hojlund tercatat memenangkan empat dari tujuh duel yang ia lakukan, serta menciptakan satu peluang bagi rekan setimnya. Artinya, ia masih terlibat aktif dalam permainan, hanya saja ketajamannya di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah, sesuai sorotan Allegri.

Dampak Perbandingan dengan Kane bagi Hojlund

Perbandingan dengan Harry Kane tentu menjadi kehormatan tersendiri bagi Hojlund. Kane sendiri sedang dalam performa impresif dan baru saja membantu Bayern Munich memenangkan Franz Beckenbauer Supercup pada akhir pekan lalu. Status Kane sebagai kandidat Ballon d’Or membuat perkataan Allegri itu semakin berbobot.

Namun, perbandingan ini juga datang dengan tekanan yang tidak kecil. Setelah ditebus dengan harga yang tidak murah, publik Napoli tentu berharap Hojlund mampu tampil konsisten seperti Kane. Apalagi, Allegri secara terbuka menyebut bahwa area penyelesaian akhir adalah hal yang paling perlu ditingkatkan oleh pemain berusia 23 tahun itu.

Apa yang Perlu Dibuktikan Hojlund?

Musim ini akan menjadi ujian sebenarnya bagi Hojlund di bawah arahan Allegri. Ia tidak lagi berstatus pemain pinjaman, melainkan aset berharga yang diinvestasikan klub. Jika mampu meniru ketajaman Kane, bukan tidak mungkin Hojlund bakal menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Serie A musim ini. Namun, jika gagal, sorotan publik dan tekanan di Stadio Diego Armando Maradona bisa menjadi tantangan tersendiri baginya.

Napoli di Mata Allegri: Dulu dan Sekarang

Selain membahas Hojlund, Allegri juga menceritakan pengalamannya kembali ke Napoli dalam peran berbeda. Ia tercatat sebagai pelatih pertama yang pernah membela Napoli di Serie A sejak era tiga poin untuk kemenangan dimulai pada 1994-95. Saat itu, Allegri tampil dalam tujuh pertandingan untuk Napoli antara Desember 1997 hingga Februari 1998.

Allegri mengaku banyak hal berubah sejak dirinya menjadi pemain Napoli puluhan tahun lalu. “Naples benar-benar berbeda dibandingkan tiga puluh tahun lalu sebagai sebuah kota. Dulu kota ini sudah indah, dan sekarang bahkan semakin indah,” ujarnya. Ia juga menyoroti perkembangan klub yang kini rutin tampil di kompetisi Eropa.

“Dengan publik dan penggemar yang penuh gairah, dengan klub yang dalam lima belas tahun berjalan stabil antara Liga Europa dan Liga Champions, juga memenangkan dua Scudetto. Tempat ini telah tumbuh luar biasa, dan Anda bisa merasakannya,” lanjut Allegri. Perubahan inilah yang membuatnya yakin Napoli kini punya fondasi kuat untuk bersaing di level tertinggi, termasuk dalam mengembangkan pemain muda seperti Hojlund.

Perbandingan yang dilontarkan Allegri ini jelas menjadi motivasi besar bagi Hojlund. Namun, itu juga berarti ekspektasi yang diembannya semakin berat, terlebih setelah Napoli mengeluarkan dana besar untuk menebusnya. Publik kini menanti apakah Hojlund mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan rentetan gol di musim ini.

Musim Serie A masih panjang, dan Hojlund masih punya banyak waktu untuk berkembang. Dengan bimbingan Allegri yang jelas memahami karakter pemainnya, peluang Hojlund untuk tampil gemilang tetap terbuka lebar. Yang terpenting, ia harus segera memperbaiki penyelesaian akhirnya agar kepercayaan sang pelatih tidak sia-sia.