Polisi Desak Klub Sepak Bola Inggris Tanggung Biaya Pengamanan, Beban Pajak Capai Rp1,4 Triliun per Musim

Polisi Inggris dan Wales kembali mendesak klub-klub sepak bola untuk ikut menanggung biaya pengamanan pertandingan. Pasalnya, laporan terbaru menunjukkan beban keuangan yang harus ditanggung wajib pajak mencapai £70 juta (sekitar Rp1,4 triliun) setiap musim. Angka ini muncul dari biaya pengamanan di luar stadion yang selama ini sepenuhnya dibayar oleh pemerintah, sementara klub dengan pendapatan miliaran pound tidak mengeluarkan satu sen pun untuk pengamanan di area luar lapangan.

Seruan ini disampaikan oleh Chief Constable Mark Roberts, kepala kepolisian sepak bola Inggris dan Wales, setelah rilis laporan tahunan Home Office pada Kamis lalu. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa jumlah pertandingan sepak bola yang mencatat insiden dilaporkan ke polisi mencapai rekor tertinggi pada musim 2025-2026, meskipun angka penangkapan secara keseluruhan terus menurun menuju level pra-pandemi.

Rekor Laporan Insiden di Tengah Penurunan Penangkapan

Menurut laporan Home Office, terjadi peningkatan 4% jumlah pertandingan dengan laporan “perilaku anti-sosial, kekerasan, dan kerusuhan terkait sepak bola” pada musim 2025-2026. Insiden dilaporkan terjadi di 1.644 pertandingan, naik dari 1.580 pertandingan pada musim sebelumnya. Lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh diperkenalkannya kategori pelaporan baru, seperti “seksisme dan misogini” serta “kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan”.

Meski laporan meningkat, jumlah penangkapan justru turun. Sepanjang musim 2025-2026, total penangkapan dan tindakan polisi lainnya tercatat 1.695 kasus, menurun dari 1.744 pada musim 2024-2025 dan jauh dari puncak 2.198 pada musim terdampak pandemi 2021-2022. Rata-rata, hanya ada empat penangkapan per 100.000 penonton pada pertandingan sepak bola pria, sementara di pertandingan wanita angkanya bahkan lebih rendah lagi—hanya empat penangkapan secara total.

Kategori Kejahatan Baru Pengaruhi Data

Home Office menjelaskan bahwa perubahan data tahun ini juga dipengaruhi oleh penambahan pelanggaran baru dalam Football Spectators Act 1989. Sebanyak 45 penangkapan dilakukan berdasarkan undang-undang baru terkait “masuk tanpa izin”. Jika tidak ada kategori baru ini, total penangkapan dan tindakan sebenarnya akan turun 4%.

Untuk pertama kalinya, laporan juga mencatat insiden seksisme dan misogini (22 pertandingan) serta kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (37 pertandingan). Kategori “kejahatan kebencian” menjadi jenis insiden yang paling sering dilaporkan, terjadi di 491 pertandingan, disusul pelemparan benda (359 pertandingan) dan penggunaan kembang api (316 pertandingan).

Polisi: Klub Kaya Tak Bayar Pengamanan di Luar Stadion

Chief Constable Mark Roberts menekankan bahwa 46% penangkapan dan tindakan polisi terjadi di luar stadion. “Kejahatan terkait sepak bola tidak berhenti begitu penggemar keluar dari stadion. Namun, di bawah sistem saat ini, klub sepak bola bernilai miliaran pound tidak membayar satu sen pun untuk pengamanan di luar area mereka,” ujar Roberts. “Artinya, wajib pajak yang harus menanggung tagihan £70 juta setiap musim. Ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.”

Data juga menunjukkan bahwa jumlah Football Banning Orders (FBO)—sanksi yang melarang seseorang yang terbukti melakukan kejahatan terkait sepak bola untuk menghadiri pertandingan—meningkat ke level tertinggi sejak 2012. Saat ini ada 2.460 FBO yang berlaku, naik 568 dari musim sebelumnya, meskipun kenaikan ini lebih kecil dibandingkan lonjakan 685 pada musim 2024-2025.

Tanggapan Premier League: Investasi Besar untuk Keamanan

Menanggapi desakan polisi, juru bicara Premier League menyatakan bahwa liga dan klub-klubnya telah bekerja sama erat dengan kepolisian di tingkat nasional dan lokal untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua penggemar. “Kami menginvestasikan lebih dari £90 juta per musim untuk pengawas keamanan, pencegahan kejahatan di komunitas, dan serangkaian proyek percontohan berbasis teknologi yang bermitra dengan sejumlah kepolisian dan UK Football Policing Unit,” kata juru bicara tersebut.

Premier League menegaskan bahwa pendekatan kemitraan ini akan membantu polisi mengurangi permintaan pengamanan di sekitar pertandingan sepak bola secara aman, seiring dengan penurunan jumlah penangkapan yang signifikan selama dekade terakhir.

Kesimpulan: Perlunya Revisi Skema Pendanaan Pengamanan Sepak Bola

Laporan Home Office terbaru kembali menyoroti ketimpangan pendanaan biaya pengamanan pertandingan sepak bola. Di satu sisi, klub-klub menikmati pendapatan besar dan berinvestasi dalam keamanan di dalam stadion. Di sisi lain, pengamanan di luar stadion—yang menyumbang hampir separuh dari seluruh tindakan polisi—masih dibebankan sepenuhnya kepada wajib pajak. Seruan polisi untuk merevisi skema ini kemungkinan akan terus bergulir, terutama jika jumlah pertandingan dengan insiden terus meningkat.