Oliver Glasner Resmi Melatih Nottingham Forest, Target Emburi Eropa

Oliver Glasner di Nottingham Forest: Ambisi Besar dan “Madu Manis” Eropa

Oliver Glasner resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Nottingham Forest. Pria asal Austria ini mengaku terpikat oleh ambisi besar klub dan pemiliknya, Evangelos Marinakis. Dalam sesi perkenalan yang berlangsung lebih dari satu jam, Glasner berbicara panjang lebar tentang proyek jangka panjang yang diyakininya bisa membawa Forest kembali ke panggung sepak bola Eropa.

Glasner menyebut pertemuan dengan Marinakis di Athena, yang ditemani sepiring hidangan seafood, menjadi momen kunci yang meyakinkannya untuk bergabung. “Saya rasa saya bertemu dengan salah satu dari sedikit orang yang lebih ambisius dari saya,” ujarnya. Oliver Glasner Nottingham Forest kini memiliki tantangan baru: membangun konsistensi setelah dua musim penuh prestasi di Crystal Palace.

Dari Palace ke Forest: Langkah Berani Sang Pelatih

Glasner meninggalkan Crystal Palace setelah sukses membawa tim meraih Piala FA, Liga Konferensi, dan Community Shield. Ia menjadi pelatih kelima yang ditunjuk Forest dalam waktu kurang dari 12 bulan. Keputusan ini diambil manajemen karena mereka menilai kesempatan merekrut Glasner terlalu bagus untuk dilewatkan, terutama setelah ia menganggur sejak meninggalkan Selhurst Park.

Pelatih berusia 51 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Ia langsung bertemu skuad Forest pada hari pertamanya dan mengaku antusias dengan potensi klub yang musim lalu berhasil lolos dari degradasi sekaligus menembus semifinal Liga Europa.

“Madu Manis” Sepak Bola Eropa yang Ingin Dikembalikan

Glasner menggunakan analogi makanan yang unik saat menggambarkan targetnya. “Para pemain ini sudah merasakan madu manis bermain di sepak bola Eropa. Tahun ini roti panggangnya hanya diberi mentega, tanpa madu. Semoga tahun depan lebih manis,” katanya. Ia menegaskan ambisi Forest adalah mendekati posisi Eropa secara konsisten.

Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak bisa terjadi dalam semalam. “Saya bukan pesulap. Tidak ada tombol yang bisa ditekan pemain agar tiba-tiba memenangkan Premier League. Butuh tiga hingga enam bulan untuk melihat kebiasaan baru mulai terbentuk,” jelasnya.

Rekrutmen Pemain: Lucas Bergvall dan Xaver Schlager

Forest dikabarkan sedang mendorong transfer gelandang Tottenham, Lucas Bergvall, sebagai rekor pembelian klub. Langkah ini diambil untuk menggantikan Elliot Anderson yang dijual ke Manchester City. Glasner berharap setidaknya ada dua pemain baru yang bergabung sebelum pemusatan latihan di Portugal pekan depan. Gelandang Xaver Schlager, yang hengkang dari RB Leipzig dengan status bebas transfer, juga dikabarkan hampir merapat.

Dengan tambahan pemain baru, Oliver Glasner Nottingham Forest akan mulai membentuk skuad sesuai visinya. Ia menekankan pentingnya bahan-bahan yang tepat sebelum berbicara tentang trofi. “Tidak masuk akal membicarakan trofi setelah tiga hari. Kami harus menemukan bahan-bahan dulu, lalu kami akan memasak hidangan yang lezat, dan akhirnya sukses,” ujarnya.

Stabilitas dan Fondasi Sukses

Salah satu isu utama di Forest adalah pergantian pelatih yang cepat. Glasner mengomentari hal ini dengan humor: “Tidak ada yang mau bercerai. Tapi di Austria, tingkat perceraian 50%. Saat pernikahan, semua orang bilang ‘tidak mungkin’, tapi itu terjadi.” Ia menegaskan bahwa dirinya dan pemilik sama-sama yakin stabilitas adalah fondasi kesuksesan. “Kami berharap ini adalah titik awal yang baru.”

Glasner juga merespons kekhawatiran bahwa bergabung dengan Forest bisa merusak warisannya di Palace. “Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari perjalanan indah di sana. Saya masih berhubungan baik dengan banyak mantan pemain. Saya mengirim pesan ulang tahun ke Marc Guéhi pada hari Senin — dia bahkan tidak tahu saya sudah menandatangani kontrak dengan Forest!” candanya.

Sejarah dan Masa Depan: Potensi Besar di City Ground

Forest adalah klub dengan sejarah gemilang sebagai juara Eropa dua kali. Glasner mengakui hal itu menjadi daya tarik tersendiri. “Saya melihat banyak potensi dan ambisi di klub ini. Saya pikir, ‘Hei, mungkin Anda bisa melakukannya lagi.’ Tapi saya tidak bisa sendirian. Saya terlalu lemah untuk itu.”

Ia menekankan bahwa kesuksesan hanya mungkin tercapai jika semua pihak bekerja sama dalam satu arah. “Bukan harus menang trofi lagi, tapi untuk memenuhi ekspektasi, membuat orang bahagia di dalam dan luar klub. Itulah yang saya cari. Setelah berbicara dengan Marinakis, saya merasa ini adalah tempat yang tepat,” tutupnya.

Dengan ambisi besar dari pemilik dan pengalaman sukses Glasner di Palace, Oliver Glasner Nottingham Forest diharapkan bisa membawa stabilitas dan aroma “madu manis” Eropa kembali ke City Ground. Musim depan akan menjadi ujian pertama bagi proyek jangka panjang ini.