Transfer Arsenal: Strategi Usai Gagal Dapatkan Vinicius Jr

Transfer Arsenal kini memasuki babak baru setelah mimpi mendatangkan Vinicius Junior dari Real Madrid resmi berakhir. Winger asal Brasil itu memilih menandatangani kontrak anyar di Santiago Bernabeu, menolak upaya The Gunners yang mencoba meyakinkannya pindah ke London Utara. Kegagalan ini menjadi pukulan kedua bagi tim asuhan Mikel Arteta setelah sebelumnya kehilangan target utama mereka, Morgan Rogers.

Rogers resmi bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer £117 juta, sementara Vinicius memutuskan bertahan di Real Madrid. Padahal, Arsenal telah berusaha keras membujuk pemain Brasil tersebut untuk memperkuat lini serang mereka musim panas ini. Kini pertanyaan besarnya adalah: langkah apa yang akan diambil Arteta untuk memperbaiki daya gedor tim juara bertahan Premier League tersebut?

Kegagalan Ganda Arsenal di Bursa Transfer Musim Panas 2026

Kabar mengecewakan datang dua kali berturut-turut bagi pendukung Arsenal dalam beberapa hari terakhir. Pertama, Morgan Rogers yang menjadi target nomor satu The Gunners memilih pindah ke Chelsea dengan mahar £117 juta. Kedua, Vinicius Junior yang sempat diincar sebagai tambahan kelas dunia justru meneken kontrak baru bersama Real Madrid.

Arsenal sebenarnya sudah mengantisipasi bahwa mendatangkan Vinicius bukan perkara mudah. Klub London Utara itu menegaskan bahwa pemain Brasil tersebut hanyalah satu dari sejumlah opsi penyerang yang mereka pantau pada bursa transfer musim panas ini. Namun dengan hilangnya dua target utama secara bersamaan, opsi serangan Arsenal perlahan semakin menyempit.

Strategi Andrea Berta Menghadapi Kegagalan Transfer

Direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, dikenal dengan pendekatan yang sangat terstruktur dalam berburu pemain. Ia biasanya menyiapkan beberapa kandidat untuk satu posisi secara paralel, merapikan semua detail, lalu memutuskan pemain mana yang paling realistis untuk didatangkan. Jika satu kesepakatan gagal, ia tinggal beralih ke opsi terbaik berikutnya tanpa perlu panik.

Pendekatan inilah yang membuat Arsenal tidak pernah terlihat terburu-buru meskipun kehilangan target demi target. Contohnya, ketika Chelsea datang dengan tawaran £117 juta untuk Rogers, Arsenal memilih tidak menyamai angka tersebut karena dianggap terlalu tinggi. The Gunners sangat berpegang pada prinsip tidak akan membayar lebih untuk seorang pemain, apa pun posisinya, dan itu menjadi pegangan utama dalam setiap langkah transfer Arsenal musim panas ini.

Opsi Pertama Transfer Arsenal: Berburu Winger Mewah

Arsenal menunjukkan keinginan yang jelas untuk memperbaiki sektor sayap kiri pada bursa transfer musim panas ini. Dalam beberapa musim terakhir, tidak ada pemain yang benar-benar mengunci posisi tersebut, baik Leandro Trossard maupun Gabriel Martinelli. Keputusan menjual Trossard ke Besiktas pada awal bursa menjadi sinyal kuat bahwa klub menginginkan peningkatan kualitas di area itu, meskipun pemain asal Belgia tersebut sempat menjadi pilihan utama di akhir musim lalu.

The Gunners sejatinya sudah mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge, tetapi mereka masih membutuhkan winger kelas dunia untuk membawa permainan sayap ke level berikutnya. Bek kiri Riccardo Calafiori pekan ini menegaskan bahwa Arsenal membutuhkan pemain dengan kualitas top, sementara Arteta menyebut timnya butuh rekrutan berkualitas untuk “menyerang semua gelar” musim ini. Kriteria inilah yang membuat Arsenal sempat melirik Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain.

Barcola dinilai menjadi kandidat paling masuk akal karena kontraknya di PSG hanya tersisa dua tahun dan ia belum menunjukkan keinginan untuk memperpanjang masa baktinya. Namun PSG memasang banderol £145 juta untuk pemain sayap Prancis tersebut, angka yang berpotensi menjadi batu sandungan. Arsenal sebenarnya bersedia membayar kisaran harga tersebut untuk Vinicius Jr, tetapi The Gunners sangat berhati-hati agar tidak membayar berlebihan untuk siapa pun, dan keputusan menebus Barcola akan bergantung pada penilaian Berta terhadap valuasi PSG.

Liverpool juga dikabarkan tertarik memboyong Barcola, dan peluang pindah ke Anfield disebut-sebut menarik bagi sang pemain. Selain Barcola, Arsenal sempat memantau winger RB Leipzig, Yan Diomande, sebelum ia resmi bergabung dengan Real Madrid senilai £120 juta. Dengan semakin sedikitnya opsi di pasar, Arteta harus berpikir cepat untuk menemukan pengganti yang setara.

Opsi Kedua: Bertahan dengan Skuad yang Ada

Jika tidak menemukan winger yang cocok, Arsenal bisa saja memutuskan untuk bertahan dengan komposisi pemain yang sudah ada. Nama-nama seperti Marcus Rashford dan Rafael Leao sempat dikaitkan sebagai opsi berikutnya, tetapi keduanya dianggap membawa risiko besar. Sepanjang karier kepelatihannya di Arsenal, Arteta selalu menekankan pentingnya merekrut pemain berkualitas asli, bukan sekadar pengisi nomor, sehingga opsi ketiga atau keempat di daftar belanja sering kali dianggap tidak layak dikejar.

Arteta sendiri tampaknya cukup percaya dengan potensi Tzolis yang baru direkrut dari Club Brugge. “Saya pikir kalian akan menyukai pemain ini. Ia sangat direct dan selalu menjadikan gawang sebagai target,” ujar Arteta setelah Tzolis mencetak gol pada laga perdananya melawan Girona. Catatan Tzolis musim lalu terbilang impresif dengan 51 kontribusi gol dalam 52 pertandingan, meskipun level kompetisi Belgia hanya berada di peringkat kedelapan dunia versi Opta, tepat satu peringkat di bawah EFL Championship.

Kemudian ada pula kasus Martinelli yang masa depannya masih menggantung dengan kontrak tersisa satu tahun. Pemain Brasil itu hanya mencetak satu gol Premier League musim lalu, meskipun gol tersebut terbilang penting saat melawan Manchester City, dan ia tampil lebih baik di Liga Champions dengan enam gol. Fakta bahwa Arsenal tidak terburu-buru memberikan kontrak baru kepada pemain berusia 25 tahun itu menunjukkan klub bersedia melepasnya pada musim panas ini.

Keputusan mempertahankan Martinelli mungkin tidak akan populer di kalangan pendukung, tetapi ia bisa menjadi pilihan yang masuk akal dalam situasi ini. Setidaknya, Martinelli memiliki pengalaman membawa Arsenal meraih gelar Premier League, sesuatu yang sulit ditemukan di pasar sayap kiri saat ini. Menjaga stabilitas skuad yang sudah terbukti juara bisa menjadi langkah paling bijak jika pasar tidak menawarkan opsi yang benar-benar menarik.

Opsi Ketiga: Alihkan Fokus ke Posisi Lain

Arsenal juga bisa meningkatkan daya serang tanpa harus menambah pemain di sektor sayap kiri. The Gunners dikabarkan memiliki ketertarikan besar terhadap striker Atletico Madrid, Julian Alvarez, yang ingin meninggalkan klub LaLiga tersebut. Jika Alvarez datang, kepergian Gabriel Jesus dari Arsenal bukanlah hal yang mustahil, dan lini depan akan dihuni oleh trio Alvarez, Kai Havertz, serta Viktor Gyokeres yang terbilang kuat.

Hanya saja, ada satu masalah besar: Alvarez ingin bergabung dengan Barcelona. Saat ini terjadi kebuntuan karena Atletico Madrid tidak ingin menjualnya ke Barcelona dan lebih memilih melepasnya ke klub di luar Spanyol. Arsenal harus bekerja keras meyakinkan Alvarez bahwa London Utara adalah tujuan yang tepat meskipun bukan destinasi impiannya.

Selain Alvarez, ada beberapa nama lain yang masuk radar Arsenal:

  • Eli Junior Kroupi – penyerang Bournemouth yang berstatus tidak dijual dan sedang cedera tiga hingga empat bulan.
  • Ezri Konsa – bek Aston Villa yang dihargai sekitar £60 juta dan bisa menjadi solusi lini belakang.

Kebutuhan di lini belakang memang mendesak karena William Saliba harus menepi cukup lama akibat cedera punggung. Arsenal juga bisa mengalihkan dana yang disiapkan untuk Vinicius dan Rogers guna memperkuat sektor lain yang lebih membutuhkan. Perlu dicatat bahwa Arsenal sebenarnya sudah meningkatkan kualitas skuad dengan mengganti Christian Norgaard melalui kehadiran Bruno Guimaraes yang jelas lebih unggul, sementara Tzolis hadir sebagai versi lebih muda dari Trossard.

Kegagalan mendatangkan Vinicius Jr dan Morgan Rogers memang mengecewakan, tetapi Arsenal masih memiliki beberapa opsi untuk memperkuat skuad di bursa transfer. Mulai dari mengejar winger seperti Barcola, mempertahankan Martinelli, hingga mengalihkan fokus ke posisi lain seperti striker atau bek, semua keputusan kini berada di tangan Arteta dan Berta. Yang jelas, dana yang disiapkan untuk dua target utama tersebut masih tersedia dan jendela transfer musim panas 2026 masih terbuka lebar.

Publik London Utara kini menanti langkah selanjutnya dari tim juara bertahan Premier League. Apakah Arsenal akan kembali menyerang di bursa pemain dengan rekrutan top, atau justru memilih bertahan dengan skuad yang sudah terbukti juara? Satu hal yang pasti, tekanan untuk tetap kompetitif di puncak klasemen akan terus menghantui setiap keputusan yang diambil klub musim panas ini.