Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Inggris yang bertanding di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Meski gagal meraih trofi, penampilan The Three Lions tetap layak mendapat perhatian. Artikel ini mengulas rating dan performa setiap pemain Inggris Piala Dunia 2026 berdasarkan kontribusi mereka selama turnamen. Dari kiper utama hingga pemain pelapis, berikut evaluasi lengkapnya.
Kiper
- Jordan Pickford — 7/10
Penjaga gawang dengan penampilan Piala Dunia terbanyak di antara pemain Inggris lainnya. Meski sempat diragukan saat gol penyeimbang Enzo Fernández untuk Argentina, ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk penyelamatan gemilang dari Nicolas González di semifinal. - Dean Henderson — 7/10
Baru bermain di perebutan tempat ketiga dan kebobolan empat gol, meski performanya cukup kuat. Berpeluang menantang Pickford dalam dua tahun ke depan.
Bek
- Djed Spence — 8/10
Muncul sebagai pahlawan tak terduga berkat penampilan penuh semangat. Ia akan selalu dikenang karena menolak jabat tangan Thomas Partey dan tekelnya pada Giuliano Simeone melawan Argentina. - Marc Guéhi — 8/10
Awalnya bukan pilihan utama Thomas Tuchel, tetapi diperbaiki setelah laga melawan Kroasia. Bek paling konsisten dan andal — caranya menghadapi Erling Haaland adalah kelas master. - John Stones — 7/10
Datang dalam kondisi kebugaran yang kurang dan terlihat di laga pembuka melawan Kroasia. Namun meningkat drastis saat dimainkan di perempat final dan semifinal. Aset besar saat fit. - Ezri Konsa — 7/10
Beberapa momen goyah di fase grup, tetapi pulih dengan baik dan mampu mengisi pos bek kanan saat dibutuhkan. Masih cukup muda (28 tahun) untuk tampil lagi empat tahun mendatang. - Dan Burn — 7/10
Menunjukkan keterbatasannya saat melawan Argentina. Namun ia akan selalu dikenang lewat dua penampilan epik sebagai pemain pengganti melawan Meksiko dan Norwegia. Siapa yang bisa melupakan sapuan kepalanya yang begitu kuat hingga bola melambung ke wilayah lawan? - Nico O’Reilly — 6/10
Penampilan terbaiknya terjadi saat melawan Norwegia di perempat final, ketika ia tampil agresif. Kecewa tidak mencetak gol dan berada di lapangan sebagai pemain pengganti saat Argentina memulai kebangkitan di semifinal. - Reece James — 6/10
Pemain hebat saat fit, sayangnya terlalu jarang. Cedera hamstring membuatnya absen hampir sepanjang turnamen, dan Inggris menderita saat ia keluar melawan Argentina. - Trevoh Chalobah — 6/10
Pilihan mengejutkan sebagai pengganti Tino Livramento yang cedera di menit-menit akhir. Hanya bermain enam menit melawan Prancis. - Jarell Quansah — 5/10
Dimasukkan untuk mengatasi masalah bek kanan melawan Panama, tetapi tampil buruk dan mendapat kartu merah saat melawan Meksiko. Dipanggil lagi untuk laga Prancis tetapi harus digantikan.
Gelandang
- Jude Bellingham — 9/10
Menunjukkan kualitas terbaiknya saat dibutuhkan dan sangat berkomitmen pada tim nasional, meski hubungannya yang kurang harmonis dengan Tuchel harus dikelola dengan hati-hati. - Elliot Anderson — 8/10
Tidak terganggu dengan transfer £116 juta ke Manchester City dan terus berkembang sepanjang turnamen. Berlari habis-habisan melawan Norwegia dan Argentina. - Morgan Rogers — 8/10
Memanfaatkan menit bermain yang terbatas di peran yang tidak biasa. Ia menunjukkan kualitasnya dengan bermain sebagai salah satu dari dua gelandang tengah melawan Norwegia, lalu memberikan assist untuk Anthony Gordon dari sayap kanan melawan Argentina. - Declan Rice — 6/10
Jelas terpengaruh oleh cedera hamstring dan punggung yang mengganggu paruh kedua musimnya bersama Arsenal. Meski usahanya tidak bisa disalahkan, ia butuh istirahat panjang untuk memulihkan tenaga. - Eberechi Eze — 6/10
Tidak bisa memberikan dampak yang diharapkan dalam empat penampilan sebagai pemain pengganti sebelum starter melawan Prancis. Cukup baik di lini tengah melawan Panama, tetapi banyak di pinggiran saat diberi kesempatan di sisi kiri pada perempat final. - Jordan Henderson — 5/10
Hanya bermain 12 menit, namun bersejarah karena menjadi pemain pria Inggris pertama yang tampil di tujuh turnamen internasional besar. Namun sempat mendapat kartu kuning sebagai pemain pengganti melawan Meksiko dan patah lengan saat merayakan kemenangan.
Penyerang
- Bukayo Saka — 8/10
Tiga gol dan tiga assist meski bermain dengan cedera Achilles adalah usaha berani dari pemain andalan Arsenal. Sangat mengejutkan tidak melihatnya turun dari bangku cadangan melawan Argentina, dan ia menunjukkan apa yang hilang dari Inggris saat melawan Prancis. - Anthony Gordon — 8/10
Awal yang lambat karena lebih memilih Rashford, tetapi merespons gemilang setelah dicadangkan. Tiga assist dan satu gol melawan Argentina membuktikan mengapa Barcelona sangat ingin merekrutnya. - Harry Kane — 8/10
Sayangnya, turnamen ini akan diingat karena penampilannya yang hampir tidak terlihat melawan Argentina, bukan karena penyelamatannya saat melawan Republik Demokratik Kongo. Akankah ia mendapat kesempatan lebih baik untuk memenangi Piala Dunia? - Marcus Rashford — 6/10
Memulai Piala Dunia ketiganya dengan baik lewat gol dari bangku cadangan melawan Kroasia, dan starter melawan Panama. Namun tidak terlihat lagi hingga Inggris mengejar ketertinggalan melawan Argentina di waktu tambahan. - Ivan Toney — 6/10
Duduk di bangku cadangan hingga gol Lautaro Martínez di menit tambahan semifinal. Tidak bisa memberikan dampak dalam tiga menit yang diberikan, tetapi tampil baik melawan Prancis. - Ollie Watkins — 6/10
Sebagian besar menjadi penonton frustrasi meski menjadi pahlawan semifinal Euro 2024 dan tiba dalam performa puncak. Satu babak di sisi kiri melawan Prancis dan penampilan singkat melawan Panama adalah imbalan yang minim. - Noni Madueke — 5/10
Beberapa momen menjanjikan tetapi kurang hasil akhir dalam empat startnya, dan posisinya menurun menjelang semifinal. Perlu lebih klinis di level ini.
Tidak Bermain
James Trafford dan Kobbie Mainoo tidak mendapatkan kesempatan bermain selama turnamen.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pemain Inggris Piala Dunia 2026 menunjukkan kombinasi antara pengalaman dan potensi muda. Bintang seperti Jude Bellingham tampil luar biasa, sementara lini belakang cukup solid meski ada beberapa celah. Namun, kedalaman skuad dan masalah kebugaran menjadi catatan penting. Dengan evaluasi yang tepat, Inggris berpeluang besar pada turnamen berikutnya.
